Saat ini, sekitar 12% penduduk Indonesia atau 29 juta jiwa adalah lansia. Jumlah ini diperkirakan terus meningkat hingga 20% pada tahun 2045.
Di balik angka tersebut, ada cerita yang sering luput dari perhatian: tentang lansia yang mungkin menjalani hari dengan kesepian, menghadapi penyakit kronis yang belum terpantau, atau semakin sedikit memiliki ruang untuk tetap aktif dan berkarya.
Lalu, sudah siapkah kita menyambut perubahan ini?
Jawabannya bisa dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. ????
Melalui Bina Keluarga Lansia (BKL), keluarga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk merawat sekaligus memberdayakan lansia agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif.
Dari sinilah hadir 5 Fokus Program SIDAYA dari Kemendukbangga/BKKBN yang saling melengkapi. Salah satunya adalah Sekolah Lansia—ruang bagi lansia untuk terus belajar, bersosialisasi, mengembangkan diri, dan menemukan kembali semangat untuk bertumbuh.
Hingga tiba di satu momen yang sederhana, tetapi penuh makna: wisuda dengan toga. ????
Bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk apresiasi atas semangat mereka untuk terus belajar dan tetap aktif di usia lanjut.
Dan kita tidak harus menjadi ahli untuk ikut berperan.
Mulailah dari hal sederhana: menyapa, mengajak berbincang, memperhatikan ketika mereka mulai menarik diri, atau menemani kunjungan pertama ke BKL maupun Sekolah Lansia terdekat.
Karena sering kali, kehadiran sederhana adalah bentuk perhatian yang paling berarti. ????
Geser untuk mengenal datanya, mengenali tanda-tandanya, dan melihat lebih dekat bagaimana SIDAYA hadir untuk mendampingi lansia.
S
Smart Environtment (Lingkungan Cerdas)
Smart City Temanggung
DPPKBPPPA