Kamis, 30 April 2026 semangat kolaborasi dan kepedulian kembali terasa di Kawedanan Parakan. Telah dilaksanakan kegiatan Pembinaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kecamatan Parakan Tahun 2026 yang diikuti oleh 108 kader TPK dari seluruh wilayah Kecamatan Parakan. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat peran TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting.
Materi pertama disampaikan oleh Penyuluh KB Parakan yang menekankan strategi pendampingan yang efektif dengan prinsip Menyeluruh, Berbasis Data, Terintegrasi, Berkelanjutan, dan Akuntabel.
Dalam praktiknya, kader diingatkan untuk lebih jeli mencermati kondisi sasaran, mulai dari akses air minum, kepemilikan jamban sehat, hingga ibu pasca salin yang belum ber-KB. Tak kalah penting, pendampingan calon pengantin (catin) melalui aplikasi Elsimil juga menjadi perhatian utama.
Selain itu, ditekankan pula bahwa Makanan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu tugas penting TPK, tidak hanya dalam membantu proses distribusi kepada sasaran, tetapi juga memberikan edukasi secara langsung saat distribusi berlangsung. Edukasi ini mencakup pentingnya konsumsi gizi seimbang, pemanfaatan makanan yang diterima, serta kaitannya dengan pencegahan stunting.
Turut hadir DPPPAPPKB Kabupaten Temanggung yang memberikan evaluasi kinerja Triwulan I Tahun 2026. Secara umum, capaian kinerja TPK sudah baik, hampir seluruh sasaran telah tersentuh. Namun demikian, masih terdapat beberapa sasaran yang perlu ditingkatkan jangkauannya, khususnya calon pengantin dan ibu hamil.
Menariknya, dalam kesempatan ini juga ditunjuk 2 kader TPK terbaik berdasarkan konsistensi jumlah pendampingan. Keduanya diminta untuk melakukan simulasi pendampingan secara langsung sebagai contoh praktik baik yang dapat ditiru oleh kader lainnya.
Melalui kegiatan ini, kader didorong untuk terus memperkuat koordinasi dengan lingkungan sekitar seperti RT, RW, dan pemerintah desa guna memastikan keberadaan sasaran. Selain itu, sosialisasi penggunaan Elsimil bagi calon pengantin juga menjadi langkah strategis yang perlu terus digencarkan.
Meski di lapangan terdapat berbagai tantangan, mulai dari sasaran yang sulit ditemui hingga penolakan edukasi.